Perkuat Kompetensi Teknisi AC di Bima, KLH/BPLH Dorong Layanan Pendingin yang Ramah Lingkungan

Seiring berkembangnya sektor pariwisata, perhotelan, dan berbagai layanan yang membutuhkan sistem pendingin di Bima, kebutuhan akan teknisi AC yang kompeten dan tersertifikasi juga semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima, UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) Kabupaten Bima, dan LSP Elektroteknika menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi AC Residensial pada 14–17 Juli 2026 di UPTD LLK Kabupaten Bima. Kegiatan ini bertujuan mendukung peningkatan kapasitas teknisi dalam menerapkan good servicing practices pada sektor refrigerasi dan tata udara.
Kegiatan diikuti oleh teknisi AC dari wilayah Bima, yang terdiri atas 3 teknisi AC dari Asosiasi ASISI DPD Bima dan 13 teknisi AC non-asosiasi, dengan proses sertifikasi diikuti oleh 16 peserta. Pada tahap sertifikasi, peserta mengikuti uji kompetensi skema Teknisi AC Residensial yang dilaksanakan oleh LSP Elektroteknika. Uji kompetensi mencakup aspek teori, praktik, dan wawancara, dengan materi praktik antara lain recovery refrigeran, instalasi, troubleshooting, brazing, flaring, test press, dan vacuum. Seluruh 16 peserta dinyatakan kompeten berdasarkan hasil uji kompetensi. Selanjutnya, rekomendasi hasil uji kompetensi akan disampaikan oleh LSP kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk proses penerbitan sertifikat sesuai jenjang kompetensi masing-masing peserta.
Penguatan kompetensi teknisi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan upaya perlindungan lingkungan. Dalam arahannya, Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim menegaskan bahwa teknisi memiliki peran penting dalam perlindungan lapisan ozon dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, para teknisi didorong untuk menerapkan praktik kerja sesuai SOP, termasuk dalam penanganan dan recovery refrigeran agar tidak dilepaskan secara sembarangan ke lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi penguatan sumber daya manusia di sektor refrigerasi dan tata udara di Bima. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi tersebut dapat menunjang peningkatan kapasitas SDM teknisi RAC sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat serta mendukung sirkular ekonomi di Bima.
Dengan semakin banyaknya teknisi yang kompeten dan tersertifikasi, diharapkan praktik servis sistem pendingin di Bima dapat semakin profesional, aman, dan ramah lingkungan. Teknisi kompeten, layanan berkualitas, refrigeran terkelola, ozon dan iklim lebih terlindungi.



